Rabu, 29 Mei 2019

Mesir - Kanaan

Perjalanan Israel keluar dari Mesir


Ada banyak hal yang sering kita tidak pahami dalam menjalani realitanya kehidupan sehari-hari dalam mengikuti rencana Allah yang luar bias itu,Bagaikan seperti Israel yang dibawa oleh Allah untuk masuk ke tanah perjanjian Tanah Kanaan yang Allah janjikan bagi Israel.

Yang luar biasanya adalah rencana awal Allah untuk menyelamatkan b Israel dari awal,bagaimana Allah' telah memilih seorang Musa yang akan membebaskan umat-nya Israel dari perbudakan Mesir.
Dengan maksud tujuan ilahi Allah supaya Israel kembali kepada dalam hubungannya dengan Allah itu sendiri supaya beribadah kepada Allah.

Keluaran 2:10-15
Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air." 
Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. 
Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.
Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau pukul temanmu?"
Tetapi jawabnya: "Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?" Musa menjadi takut, sebab pikirnya: "Tentulah perkara itu telah ketahuan." 
Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur. 

Keluaran 2:23-25 (TB)  Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.
Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 
Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka. 

Ayat ayat diatas adalah latar belakang kehidupan Musa yang dipilih dan ditetapkan oleh Allah untuk membebaskan umat-nya dari perbudakan di tanah Mesir.

Dengan terpilihnya Musa seorang yang sederhana dan yang sejarah hidupnya mulai dari bayi satu kehidupan yang tragis,tapi disela sela kehidupan yang demikian pun Allah hendak menjadikan keadaan itu menjadi berkat untuk kemuliaan namaNya-->


Keluaran 3:10-14
Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."
Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini." 
Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? — apakah yang harus kujawab kepada mereka?" 
Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." 

Mari apapun namanya latar belakang kehidupan kita itu satu keadaan yang Allah mau pergunakan untuk kemuliaan namaNya--.....

Contoh:
a.Yesaya

Yesaya 6:5 (TB)  Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam." 

Yesaya adalah manusia yang sebelumnya hidup ditengah tengah b yang najis dan jahat,sehingga Yesaya pun menyadari bahwa hidupnya sedikit banyaknya sudah terkontaminasi dengan lingkungannya,sehingga ia sendiri mengakui dan berkata " aku najis bibir...."
Dan Yesaya tau kalau dia mau dipakai oleh Allah itu semua anugrah kasih karunia Allah sendiri,karena Yesaya menyadari ia hendak melayani Allah yang maha kuasa dan yang kelahirannya tiada bandingnya diantara orang-orang sejaman nya Yesaya.tapi kehendak/maunya Allah tidak bisa tidak jadi karena Allah memanggil Yesaya adalah untuk maksut yang mulia dari Allah itu sendiri bukan atas maksut nya Yesaya sinajis bibir .......

Yesaya 6:1-13 (TB)  Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.
Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"  
Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap.
Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam." 
Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." 
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" 
Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! 
Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh." 
Kemudian aku bertanya: "Sampai berapa lama, ya Tuhan?" Lalu jawab-Nya: "Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi. 
TUHAN akan menyingkirkan manusia jauh-jauh, sehingga hampir seluruh negeri menjadi kosong. 
Dan jika di situ masih tinggal sepersepuluh dari mereka, mereka harus sekali lagi ditimpa kebinasaan, namun keadaannya akan seperti pohon beringin dan pohon jawi-jawi yang tunggulnya tinggal berdiri pada waktu ditebang. Dan dari tunggul itulah akan keluar tunas yang kudus!" 

Dari ayat ini kita melihat maksut dan rencana Allah harus tetap berjalan sesuai dengan firman Allah.......


1 Tesalonika 4:7
Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. 

Sampai disini dulu ya ringkasan artikel nya....Kiran nya Tuhan memberkati kita semua....amin.gbu




1 komentar: